Saham Primadona Corona (Farmasi) Rontok Saatnya Para Investor Wait And See

Share this:

Pasar saham khususnya emiten farmasi harus terkoreksi tajam bahkan hingga batas bawah, auto reject bawah (ARB) sebesar 7% dalam sehari. Padahal, saham-saham farmasi ini merupakan saham yang melesat akibat sentimen positif vaksinasi Covid-19. koreksi saham-saham farmasi terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,26% di level 6.389,83 dengan 195 saham naik, 304 saham turun, dan 149 saham stagnan. Nilai transaksi juga tinggi mencapai Rp 23,77 triliun dengan catatan jual bersih (net sell) asing Rp 222,35 miliar di pasar reguler.

Meski melorot hingga ARB, beberapa bulan lalu, saham farmasi sebetulnya sempat mencetak auto reject atas (ARA) berkali-kali, salah satunya terjadi pada 25 September tahun lalu, dengan kenaikan di atas 25% dalam sehari. Menilai ada sebagian investor yang merealisasikan keuntungan di tengah reli saham-saham farmasi sebelumnya. Kalau bicara sektor farmasi, coba kita lihat [misalnya saham] Kimia Farma naik. Memang ada kondisi tertentu, orang lama bicara soal perumusan Covid yang belum ketemu, harga saham pun turun.

Tapi ketika sudah dirumuskan adanya vaksin, ketemu, seluruh orang bakal hidup sehat. Ketika sekarang sudah mulai suntik

vaksin, investor mulai merealisasikan keuntungan.

Apakah perlu membeli di harga bawah atau tidak. Tapi dia menekankan kondisi investor saat ini tak semua ingin melepas saham emiten farmasi, lantaran ada satu keyakinan bahwa penurunan harga saham farmasi ini hanya sementara, dan akan berlanjut lagi seiring dengan prospek bisnisnya. Tapi belum tentu semua orang akan jual [saat harga tinggi], karena ada sebagian orang yang masih yakin bahwa ini ada kenaikan berlanjut., nah mungkin penurunan [harga saham] sesaat.

Harga Saham Emiten Farmasi:

1. Phapros (PEHA), saham -6,81% Rp 1.985, transaksi Rp 404,98 juta, asing masuk Rp 6,95 juta

2. Itama Ranoraya (IRRA), saham -6,69% Rp 2.790, transaksi Rp 3,60 miliar, asing masuk Rp 140 juta

3. Pyridam Farma (PYFA), saham -6,67% Rp 1.120, transaksi Rp 1,57 miliar, tak ada beli asing

4. Indofarma (INAF), saham -6,64% di Rp 5.275, transaksi Rp 5,10 miliar, tak ada beli asing

5. Kimia Farma (KAEF), saham -6,64% Rp 5.275, transaksi Rp 40,11 miliar, asing masuk Rp 7,61 miliar

6. Kalbe Farma (KLBF), saham +0,91% Rp 1.660, transaksi Rp 360,61 miliar, asing masuk Rp 81 miliar.

Apabila ada pertanyaan, jangan ragu untuk hubungi Staff Trader Support PT. Pelatihan Profit Internasional di bawah ini :

Syarat dan ketentuan berlaku.

Jika anda menyukai informasi dari artikel ini dan mau tahu informasi seputar edukasi trading lainnya? Kami siap  memberikan edukasi yang sangat informatif. Mau tahu caranya ?

Temukan kami di Channel Sosial Media lainnya

link :

  1. Website : www.PelatihanProfitInternasional.com
  2. Telegram : https://t.me/NewsUpdatePPI
  3. Instagram : @PelatihanProfitInternasional  
  4. Facebook : PT. Pelatihan Profit Internasional
  5. Youtube : Pelatihan Profit Internasional

Dapatkan informasi seputar edukasi trading gratis lainnya dengan cara klik link di atas.

  • Untuk konsultasi online gratis
  • Untuk berlangganan Signal Forex, Signal Commodity dan Signal Saham
  • Registrasi dan jadwal edukasi rutin
  • Whatsapp 0817-7234-5888
  • Hunting 021-5964-5999/021-5964-5888

Jika anda tetap mau menerima update dari kami mengenai promosi, jadwal edukasi dan berita penting lain, klik linkTelegram ini  
https://t.me/NewsUpdatePPI Disini kami memberikan INFORMASI SEPUTAR TRADING LENGKAP GRATIS SETIAP HARI LHO!!

Share this:

Tinggalkan Balasan

Translate »