Perhatikan Pilihan Anda Sebelum Anda Memilih Sesuai Dengan Tujuan Anda

Share this:

Jika Anda memilih untuk berinvestasi bertahun-tahun, perhatikan grafik bulanan dengan rentang waktu 5-10 tahun. Jika Anda memilih untuk berinvestasi / trading beberapa bulan, perhatikan grafik mingguan dengan rentang waktu 6 bulan-2 tahun. Jika Anda memilih trading jangka pendek beberapa hari-beberapa minggu, perhatikan grafik harian dengan rentang waktu 1-6 bulan. Setelah memilih rentang waktu, perhatikan trend harga yang terlihat pada grafik saat itu. Apa sih trend harga? Jika trend harga cenderung naik, Anda boleh melakukan aksi beli. Ditandai dengan terbentuknya higher high & higher low. Nah jika harga cenderung turun sebaiknya hindari untuk melakukan aksi beli karena sudah pasti investasi Anda akan lama berbuah.

Jika Anda berinvestasi ketika trend harga cenderung turun, investasi Anda bisa merugi untuk waktu yang lama. Demikian juga, kalau Anda berinvestasi ketika trend sedang mendatar / sideways, maka return investasi juga lebih lambat

Contohnya, 2009-2010 market sangat uptrend, maka tidak heran jika Anda dapat untung puluhan sampai dengan ribuan % dalam periode tersebut. Emang ada ya saham yang memberi return 1000% pada periode 2009-2010? Ada dong.. GGRM contohnya. Saham GGRM naik dari 4500 an pada tahu 2009 menjadi 52 ribu an di tahun 2010, lebih dari 1000%!

Nah, beda lagi ceritanya, jika Anda berinvestasi di timing yang kurang tepat, yaitu saat market turun, pada awal 2008. Pada periode 2008 awal sampai dengan 2008 akhir, bursa saham runtuh puluhan persen, IHSG rontok 58% dari level tertinggi.

Sebagus apa pun fundamental perusahaan, sepintar apa pun investor memilih saham, pasti rugi jika melawan trend! Pada tnahu 2008 trend harga saham turun tajam, trader / investor yang mencoba beli saham berarti sedang melawan trend.

Nah beda lagi ceritanya jika Anda mulai berinvestasi di tahun 2011, dimana penguatan / uptrend mulai berakhir. Pada tahun 2011, market mulai masuk trend sideways / menyamping. Apa akibatnya? Jangan heran, jika Anda mulai beli reksadana saham pada tahun 2011 maka hasilnya juga cenderung biasa-biasa saja.

Berinvestasi saham jangka panjang, pada trend naik bisa membuat uang Anda berlipat. Sebaliknya, berinvestasi saham jangka panjang ketika trend turun, bisa membuat kantong Anda kering.

Berinvestasi pada trend yang tepat akan mempercepat pertumbuhan investasi Anda. Namun jika Anda tidak bisa membaca trend, strategi ESP dan DCA akan meminimalkan resiko dalam investasi. Strategi ESP dan DCA lebih ditujukan untuk pemula, return tidak secepat trend follower, namun resiko juga lebih moderat. Masing-masing strategi punya plus & minus. Strategi investasi mana yang akan Anda pilih ? Semua kembali pada pribadi anda untuk keputusan yang anda akan pilih dan ambil.

Cukup sekian artikel tentang Saham dari kami, semoga bermanfaat. Apabila teman – teman masih bingung dan ingin bertanya, jangan ragu untuk hubungi staff PT. Pelatihan Profit Internasional kami.

Jika anda menyukai informasi dari artikel ini dan mau tahu informasi seputar saham trading lainnya? Kami siap  memberikan edukasi yang sangat informatif. Mau tahu caranya ?

Temukan kami di Channel Sosial Media lainnya

link :

  1. Website : www.PelatihanProfitInternasional.com
  2. Telegram : https://t.me/NewsUpdatePPI
  3. Instagram : @PelatihanProfitInternasional  
  4. Facebook : PT. Pelatihan Profit Internasional
  5. Youtube : Pelatihan Profit Internasional

Dapatkan informasi seputar edukasi trading gratis lainnya dengan cara klik link di atas.

  • Untuk konsultasi online gratis
  • Untuk berlangganan Signal Forex,Signal Commodity Dan Signal Saham
  • Registrasi dan jadwal edukasi rutin
  • Whatsapp 0817-7234-5888
  • Hunting 021-5964-5999/021-5964-5888

Jika anda tetap mau menerima update dari kami mengenai promosi, jadwal edukasi dan berita penting lain, klik linkTelegram ini  
https://t.me/NewsUpdatePPI Disini kami memberikan INFORMASI SEPUTAR TRADING LENGKAP GRATIS SETIAP HARI LHO!!

Share this:

Tinggalkan Balasan

Translate »